Layar MUKTI "Ahu Parmalim & Karatagan Ciremai"


Ajakan Nonton Bareng dan Diskusi Film

 

Carles Butar Butar (17 tahun) adalah remaja Parmalim yang menjalani dua peran besar dalam hidupnya, sebagai anak yang membantu ekonomi keluarga dengan bekerja di sawah serta remaja yang berusaha meraih cita-citanya sebagai Polisi. Cita-cita tersebut tidak sepenuhnya didukung oleh keluarga karena kemampuan ekonomi mereka. Meski demikian, Carles memiliki caranya sendiri dalam menyikapi hal tersebut. Ia terus berusaha dan berpegang pada ajaran agama yang ia yakini.

 

Bagaimana Carles menjalani kedua peran tersebut?

Apa ajaran Parmalim yang ia yakini?

Apa usaha Carles untuk mencapai cita-citanya?

 

Di tempat lain, Anih Kurniasih (15 tahun) di Desa Cigugur, Kuningan, Jawa Barat meyakini agama leluhurnya: Sunda Wiwitan. Berdasarkan alasan negara hanya mengakui enam agama resmi, Anih dan keluarganya senantiasa mengalami diskriminasi. Sejak lahir, ia tercatat sebagai anak angkat dari kedua orangtua kandungnya. Pernikahan orangtuanya dianggap tidak sah. Akibatnya, Anih dan adik-adiknya kesulitan untuk mendapatkan akte kelahiran dan surat administrasi kependudukan lainnya. Disadari atau tidak, yang dialami Anih adalah diskriminasi terstruktur.

 

Sampai kapan hal ini terus berlangsung?

Bisakah Anih memperoleh pendidikan setinggi mungkin sesuai dengan cita-citanya?

 

Mari tonton dan diskusi bareng tentang kisah mereka dalam Layar MUKTI Januari 2020!