• Home
  • Berita
  • Institut DIAN/Interfidei Selenggarakan Forum Dialo
img

Institut DIAN/Interfidei Selenggarakan Forum Dialog dan Kerjasama Lintas Iman

Demi merespon maraknya intoleransi yang terjadi selama ini, juga toleransi yang tidak disertai dengan cara berpikir serta bersikap kritis dan konstruktif, Institut DIAN/Interfidei menyelenggarakan kegiatan Forum Dialog dan Kerjasama Lintas Iman. Pertemuan yang menghadirkan sejumlah intelektual publik, akademisi, jurnalis, agamawan/wati, maupun aktivis lintas iman lainnya tersebut terselenggara di Hotel Merapi-Merbabu, 19-20 November 2019. Serta didukung oleh Yayasan Tifa dan Mensen met een Missie (MM) Belanda.

 

Foto bersama setelah pembukaan pada hari pertama (19 November 2019)

 

Pada hari pertama, kegiatan bertemakan “Dialog dan Kerjasama Lintas Iman untuk Indonesia yang Semakin Baik, Damai, & Toleran secara Kritis-Konstruktif” tersebut dibuka dengan bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya dan doa bersama dipimpin oleh pak Engkus (perwakilan penghayat kepercayaan).

Pak Engkus memimpin doa bersama pada hari pertama (19 November 2019).

 

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan dari ibu Elga Sarapung (Direktur Institut DIAN/Interfidei) dan presentasi aktivitas dan capaian Institut DIAN/Interfidei oleh saudara Cornelius Selan.

Ibu Elga Sarapung memberikan sambutan pembukaan.

 

Saudara Cornelius Selan menyampaikan presentasi tentang aktivitas dan capaian Institut DIAN/Interfidei.

 

Sebagai pemantik awal diskusi dalam forum tersebut, Dr. Daniel Dhakidae (salah satu pendiri dan Pembina Institut DIAN/Interfidei) hadir sebagai pembicara kunci (keynote speaker). Dengan dimoderatori oleh Najib Azca, Ph. D; pak Daniel membahas “Problem dan Pilihan bagi Keterlibatan Agama dalam Urusan Publik di Indonesia Masa Kini” bersama para peserta forum.

Dr. Daniel Dhakidae (kiri) dan Najib Azca, Ph. D (kanan) saat Keynote Speech.

 

Forum Dialog dan Kerjasama Lintas Iman Berlanjut dengan Diskusi Panel

Setelah dibuka pada pagi hingga siang hari, kegiatan Forum Dialog dan Kerjasama Lintas Iman pada hari pertama (19 November 2019) masih berlanjut. Dengan dimoderatori oleh Listia Suprobo, diskusi panel bersama 3 orang narasumber menjadi kelanjutannya. Ketiga narasumber diskusi panel tersebut adalah Yayah Khisbiyah, Ph.D (Direktur Pusat Studi Budaya dan Perubahan Sosial, Universitas Muhammadiyah Surakarta), Prof. Dr. Franz Magnis Suseno, SJ. (Guru besar Etika Politik, STF Driyarkara Jakarta), dan Ir. Yosep Adi Prasetyo (Ketua Dewan Pers periode 2016-2019).

 

Ir. Yosep Adi Prasetyo, Yayah Khisbiyah, Ph.D, Prof. Dr. Franz Magnis Suseno, SJ., dan Listia Suprobo saat diskusi panel.

 

Masing masing narasumber memiliki topik bahasan yang berbeda. Yakni: 1) Problem dan Pilihan bagi Keterlibatan Agama dalam Mengatasi Persoalan Intoleransi dan Toleransi yang Tidak Kritis-Konstruktif di Institusi Pendidikan, 2) Problem dan Pilihan bagi Keterlibatan Agama dalam Politik dan Proses Kebijakan Publik, dan 3) Problem dan Pilihan bagi Keterlibatan Agama dalam Menciptakan Ruang Publik yang Sehat dan Demokratis di Media, Khususnya di Media Sosial.

Ketiga topik bahasan tersebut juga menjadi fokus pembahasan diskusi kelompok terfokus selanjutnya.

 

Forum Dialog dan Kerjasama Lintas Iman Berlanjut dengan Diskusi Kelompok Terfokus

Setelah sesi Diskusi Panel dan waktu istirahat siang berakhir, kegiatan Forum Dialog dan Kerjasama Lintas Iman pada hari pertama (19 November 2019) masih berlanjut. Para peserta masuk ke dalam forum Diskusi Kelompok Terfokus (Focused Group Discussion/FGD) sesuai isu yang dipilih setelah registrasi ulang peserta. Ketiga isu yang terkait pembahasan diskusi panel sebelumnya serta dibahas dalam kelompok adalah pendidikan, kebijakan publik, dan media.

 

Kelompok FGD Pendidikan sedang berdiskusi bersama.

 

Kelompok FGD Kebijakan Publik sedang berdiskusi bersama.

 

Masing-masing kelompok diskusi terfokus dipandu oleh fasilitator berbeda. Yakni: Pdt. Tabita Kartika Christiani, Ph.D (UKDW) sebagai fasilitator kelompok Pendidikan, Pande Made Kutanegara, Ph.D. (UGM) sebagai fasilitator kelompok Kebijakan Publik, dan Dr. Denny Pinontoan sebagai fasilitator kelompok (Media).

 

Kelompok FGD Media berfoto bersama.

 

Kelompok FGD Kebijakan Publik berfoto bersama.

 

Kelompok FGD Pendidikan berfoto bersama.

 

Forum Dialog dan Kerjasama Lintas Iman Berlanjut dengan Pleno Hasil FGD

Setelah hari pertama berakhir, kegiatan Forum Dialog dan Kerjasama Lintas Iman masih berlanjut pada hari kedua (20 November 2019). Dengan difasilitasi oleh ibu Endah Nirarita (MDF) dalam forum Pleno Hasil FGD, perwakilan ketiga kelompok FGD bergantian mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya. Mulai dari kelompok Kebijakan Publik, kelompok Pendidikan, hingga ke kelompok Media.

Perwakilan kelompok FGD mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.

 

Kegiatan Pleno Hasil FGD dilanjutkan dengan diskusi kelompok untuk merumuskan poin-poin rekomendasi.

Perwakilan kelompok diskusi rekomendasi menempelkan rekomendasi hasil diskusi kelompoknya.

 

Lalu ditutup dengan presentasi poin-poin rekomendasi oleh perwakilan kelompok dan penyampaian catatan penegasan oleh Prof. Amin Abdullah.

Perwakilan kelompok diskusi rekomendasi mempresentasikan rekomendasi hasil diskusi kelompoknya.

 

Prof. Amin Abdullah memberikan catatan penegasan terhadap proses dan rekomendasi Forum.

 

Forum Dialog dan Kerjasama Lintas Iman Ditutup dengan Konpers dan Pleno

Dr. Daniel Dhakidae, Prof. Dr. Franz Magnis Suseno, SJ., A. Elga J. Sarapung, Prof. M. Amin Abdullah, Rafika, dan Tantowi saat Konferensi Pers.

 

Setelah berlangsung selama 2 hari, kegiatan Forum Dialog dan Kerjasama Lintas Iman resmi ditutup pada hari kedua (20 November 2019). Sesi penutup kegiatan diawali dengan Konferensi Pers (Konpers) yang menghadirkan A. Elga J. Sarapung (Direktur Institut DIAN/Interfidei), Dr. Daniel Dhakidae (salah satu pendiri dan Pembina Institut DIAN/Interfidei), Prof. Dr. Franz Magnis Suseno, SJ. (STF Driyarkara, Jakarta), Prof. M. Amin Abdullah (Parampara Praja Daerah Istimewa Yogyakarta), dan Rafika (Direktur Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan, Banjarmasin). Konpers tersebut bersamaan dengan rapat Tim Perumus Kesimpulan dan Rekomendasi di ruangan lain. Serta dimoderatori oleh Tantowi (Serikat Jurnalis untuk Keberagaman/SEJUK).

Prof. M. Machasin, Ph. D. memberikan sambutan penutupan kegiatan.

 

Setelah Konpers berakhir, para peserta mengikuti Pleno Finalisasi Rumusan Kesimpulan dan Rekomendasi bersama ibu Endah Nirarita (MDF). Kemudian berakhir dengan sambutan penutup oleh Prof. M. Machasin, Ph. D. (Ketua Badan Pengurus Institut DIAN/Interfidei) dan doa penutup oleh Pdt. Magdalena Kafiar.