• Beranda
  • Diskusi
  • Refleksi Makna Tiga Isu Ghandian dalam Memaknai Praktek Hidup Beragama di Masyarakat (Emoh Kekerasan

Refleksi Makna Tiga Isu Ghandian dalam Memaknai Praktek Hidup Beragama di Masyarakat (Emoh Kekerasan


Tahun 1975, Ibu Gedong Bagoes Oka sudah mulai melakukan aksi membersihkan sampah plastik di kota Denpasar, Bali. Kemudian dilanjutkan dengan mendirikan sebuah Ashram Gandhi di Candi Dasa, yang dalam seluruh kegiatan tidak menggunakan plastik. Warga Ashram pun, dididik untuk mempraktekkan hal itu. Karena, bagi ibu Gedong, plastik tidak sehat dan dapat mematikan ikan-ikan di laut. Pertanyaannya, apa pembelajaran dari praktek dan aksi konkrit tersebut bagi kita sekarang?
Ketika dimana-mana, atas nama pembangunan, atas nama pariwisata, atas nama pengembangan infrastruktur lalu hutan dibabat bahkan dieksploitasi oleh kekuatan kekuasaan tertentu dan untuk kepentingan sekelompok orang saja. Komunitas indigenous pun (masyarakat adat) tergusur, padahal merekalah yang selama ini paling mampu merawat hutan. Danau, air bersih di sungai-sungai, sampah plastik pun tidak terkecuali berada dimana-mana. Lingkungan hidup menjadi kotor, sangat polutif dan hampir tidak lagi bisa memberi oksigen yang cukup dengan udara yang bersih, sehat kepada manusia, hewan, unggas, baik di darat, laut maupun udara.
Umumnya, kita tidak sadar bahwa ruang alam di mana kita hidup, dekat maupun jauh sedang berubah dan tercemar karena ulah kita manusia. Tingkat egoisme dan nafsu serta perilaku manusia yang serakah semakin tidak terkendali. Tidak atau belum sadar bahwa proses pemanasan global sedang terjadi, perubahan iklim pun semakin terasa. Musim panas, musim dingin, musim hujan tidak menentu dan sulit diprediksi.
Pandemi covid-19 yang sudah berlangsung selama hampir 19 bulan, seharusnya menjadi momentum bagi setiap orang untuk berefleksi, apa pembelajaran bagi kehidupan selanjutnya? Apa yang perlu diperbaiki? Bagaimana memperbaiki mentalitas serakah, egoisme pribadi atau kelompok sendiri dan tidak peduli kalau sedang merugikan kehidupan bersama yang sehat dan demi generasi mendatang?
Gandhi pernah mengingatkan kita dengan perkataannya “Bumi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan kita semua, namun tidak cukup untuk memenuhi keinginan segelintir kecil manusia yang serakah,” Nah, ada berapa banyak jumlah manusia serakah di dunia, dan lebih khusus di Indonesia? Bagaimana kita di Indonesia? Apa yang perlu dilakukan? Bagaimana sikap dan prilaku beragama kita terhadap alam?
Untuk itu, kami mengajak Ibu/Bapak dan Saudara semua untuk datang belajar menjejaki pemikiran dan juga tauladan dari sosok Mahatma Gandhi dan Ibu Gedong Bagoes Oka yang memiliki perhatian yang sangat besar terhadap isu lingkungan. Interfidei, Gedong Ghandi Ashram dan Jaringan Antar-Iman Indonesia mengadakan Webinar Seri II dengan Tajuk Refleksi Makna Tiga Isu Ghandian dalam Memaknai Praktek Hidup Beragama di Masyarakat (Emoh Kekerasan, Lingkungan dan Pendidikan).
Jumat 8 Oktober 2021
Topik: Lingkungan
 
 
Kegiatan dapat disaksikan kembali di YouTube Institut DIAN Interfidei