• Home
  • Seminar
  • Webinar "Pertobatan Ekologis: Membangun Kesadaran dan Tanggungjawab Beragama secara Kolektif serta A

Webinar "Pertobatan Ekologis: Membangun Kesadaran dan Tanggungjawab Beragama secara Kolektif serta A


Pandemic Covid-19 membawa kita ke dalam suatu perilaku hidup yang berbeda dari sebelumnya. Kini timbul kesadaran di dalam diri kita bahwa relasi kita dengan alam ternyata selama ini belumlah arif dan bijaksana. Negara dengan seluruh kekuatannya, menguasai sumber daya alam tanpa secara serius mengimplementasikan kebijakannya dalam menata sumber daya alam bagi kemaslahatan bangsa. 

Sementara itu, perilaku beragama kita yang belum sensitif terhadap isu-isu lingkungan semakin mempertajam bahwa agamawan belum mampu merespon hal ini. Padahal seluruh lembaga keagamaan dan kepercayaan memiliki penganut, mulai dari masyarakat biasa hingga pejabat pemerintah, para investor, pemilik berbagai perusahaan yang berurusan dengan alam, lingkungan, hutan, dan danau. Bagaimana kehidupan damai, adil, sejahtera bagi semua jika bumi dan alam yang kita tempati ini rusak, tidak sehat dan keserakahan selalu dominan bagi segelintir orang saja? Alam rusak, ketidakadilan awet, keserakahan dipelihara. Lalu, kehidupan damai dan sehat itu bagaimana? Dimana dan bagaimana tanggungjawab seluruh lembaga keagamaan (umat, pimpinan, tokoh, organisasi) terhadap hal itu?

Institut DIAN/Interfidei dan JAII (Jaringan Antar-Iman Indonesia) mengajak basudara semua untuk hadir dan berdialog secara positif, kritis, dan konstruktif dalam acara Webinar Lingkungan SERI II dengan tema “Pertobatan Ekologis: Membangun Kesadaran dan Tanggungjawab Beragama secara Kolektif serta Aksi Konkret Bersama untuk Bumi yang Sehat dan Damai”. 

Pada sesi kedua ini, kami mengundang : 
1. Mama Aleta Baun (Aktivis Perempuan dan Lingkungan, TTS, NTT) 
2. Delima Silalahi (KSPPM /Kelompok Studi dan Pengembangan Prakarsa Masyarakat), Medan, Sumatera Utara
3. Pdt. Dr. Yuberlian Padele (Ketua STT GKST Tentena, Poso, Sulawesi Tengah)  

Tiga daerah yang memiliki tiga konteks pergumulan yang cukup kompleks tentang hal-hal yang disebutkan di atas. Cukup kompleks tentang masalah alam, lingkungan, danau, pengembangan tambang dan pariwisata. Semoga dialog ini mampu membuka wawasan dan membangun solidaritas kita bersama untuk bumi dan alam serta Indonesia yang lebih damai dan sehat.

 

Agenda ini juga akan disiarkan secara live di akun YouTube Institut Dian/Interfidei : 
https://youtu.be/2Aus5ibCh-Q