img

Pelatihan Pengembangan Kapasitas Pemuda Lintas Iman Yogyakarta

Pemuda yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta, baik mahasiswa, penduduk asli Yogyakarta, maupun mereka yang datang dari daerah lain, sangat diharapkan dapat bersama-sama membantu mengantisipasi dan menghadapi perubahan-perubahan ke arah negatif di masyarakat demi Indonesia yang beradab. Perubahan ke arah negatif yang dimaksud adalah perubahan ke arah memecahbelah warga masyarakat-bangsa, karena tidak menghargai perbedaan, tidak menghargai Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) Republik Indonesia 1945, tidak menghargai budaya dan filosofi Yogyakarta tentang keberagaman, serta tidak menghargai makna ciptaan Allah.

Untuk memfasilitasi harapan tersebut dan didukung oleh Mensen met een Missie (Belanda), Institut Dialog Antariman di Indonesia (Institut DIAN/Interfidei) menyelenggarakan Pelatihan Pengembangan Kapasitas Pemuda Lintas Iman dalam 3 tahap di Yogyakarta. Dengan bertemakan “Peran Pemuda dalam Meneguhkan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagai Kota Toleran”, pelatihan tahap pertama (basic) telah diselenggarakan selama 6 hari pada Senin- Sabtu, 8-13 Oktober 2018.

Bertempat di Wisma Camelia, Panggeran, Jalan Kaliurang Km. 21.5, Hargobinangun, Pakem, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta; para peserta belajar tentang mengelola dan memaknai perbedaan serta filosofi Yogyakarta, Pancasila, dan apa makna keduanya dalam kehidupan bersama di tengah berbagai perbedaan. Selain itu, para peserta juga belajar tentang bagaimana mengkonstruksi potensi positif di masyarakat, mereduksi masalah-masalah kebebasan beragama dan berkeyakinan (KBB), hak asasi manusia (HAM) secara umum, dan keistimewaan Yogyakarta.

Related Post