• Mengapa, di Tengah Demokrasi, Intoleransi seakan Tak Pernah Berakhir

    WEDNESDAY, 03/08/2016 ||00:00:00 WIB img

    Oleh: Nicholaus Prasetya

     

    Di tengah sejumlah pengunjung yang melintasi Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, lebih dari seratus orang yang merupakan umat GKI Yasmin dan HKBP Filadelfia, dengan hikmat menyanyikan lagu sebagai bentuk pujian kepada Tuhan. Tak terganggu dengan bisingnya suara motor di kejauhan, mereka mengadakan Pelayanan Minggu pada trotoar yang terletak di Pintu Barat Monas, untuk mengingatkan masyarakat akan perjuangan mereka untuk mendapatkan jaminan kebebasan beragama.

     “Pelayanan Minggu ini diadakan untuk memperingati hari kemerdekaan [yang jatuh pada 17 Agustus],” ucap Pendeta GKI Yasmin Santi Manurung kepada The Jakarta Post di hari Minggu.

    Kedua gereja tersebut tidak dapat melaksanakan pembagunan rumah ibadah di wilayah mereka masing-masing karena adanya tekanan dari kelompok Islam dan kegagalan pemerintah dalam mengikuti putusan pengadilan.

    GKI Yasmin terletak di Bogor, sementara HKBP Filadelfia terletak di Bekasi, kedua berada di Provinsi Jawa Barat.

     “Kemerdekaan Indonesia tak lepas dari kemerdekaan rakyatnya, pada kasus ini, berkaitan dengan kebebasan beragama bagi seluruh rakyat Indonesia,”  Erwin Marbun, pendeta asal HKBP Filadelfia menyatakan kepada Post.

    Selain umat dari kedua gereja tersebut, sejumlah penganut Ahmadiyah, Syiah, dan Buddha juga hadir di sana untuk mendukung aksi tersebut.

    Husna, salah satu penganut Ahmadiyah, mengatakan bahwa ia tak ragu untuk turut memperjuangkan kebebasan beragama bersama yang lain untuk menghapuskan diskriminasi terhadap penganut kepercayaan minoritas di negeri ini.

    Sementara itu, Taqi, yang merupakan penganut Syiah, mengatakan bahwa kelompok kecil seperti Ahmadiyah, Syiah, Buddha,serta kedua gereja tersebut, yang tidak dijamin haknya untuk melaksanakan ibadah di rumah ibadah milik mereka sendiri, sudah seharusnya secara bersama-sama mendesak pemerintah untuk menghentikan diskriminasi kepada kaum minoritas.

     

    Sumber: The Jakarta Post

Artikel terkait disukai 

POSTING TERBARU

STATISTIK PENGUNJUNG

 Visitor Today : 54
 Total Visitor : 58295
 Hits Today : 99
 Total Hits : 192691
 Visitor Online : 1