• Muslim di Asia Tenggara Harus Menghargai Budayanya Sendiri

    FRIDAY, 01/04/2016 ||00:00:00 WIB img

    Muslim di Asia Tenggara harus merangkul tradisi budaya mereka yang unik dari pada mengadopsi kebiasaan-kebiasaan orang Arab, menurut Duta Besar Libya untu Uni Emirat Arab Dr. Aref Ali Nayed.

    “Saya pikir sudah saatnya Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Brunei benar-benar menghargai tradisi yang telah diajarkan di sekolah-sekolah dan pedesaan berabad-abad lalu,” kata Dr Nayed,  yang juga pendiri dan direktur Kalam Research and Media.

    “Mengapa orang Melayu harus meninggalkan cara berpakaian, cara berbicara atau bahasanya untuk menunjukkan dirinya lebih Islami dengan meminjam sebagian istilah Arab?” tambahnya saat diwawancarai Channel NewsAsia’s Conversation With. Dr Nayed.

    Dr Nayed, yang merupakan salah satu dari 50 Muslim paling berpengaruh di dunia menurut The Royal Aal al-Bayt Institute for Islamic Thought Yordania, membuat sambutannya yang berjudul "Arabisasi" Islam dan praktek budaya di Tenggara Asia menuai kontroversi.

    Dalam komentar serupa yang dibuat baru-baru ini dalam sebuah wawancara dengan Malaysia’s The Star, Sultan Johor pekan lalu mengingatkan warga Melayu untuk tetap berpegang pada budaya mereka sendiri, bukan meniru tren Arab. penguasa itu menanggapi kecenderungan beberapa Melayu Malaysia yang bersandar kepada budaya Arab di tengah meningkatnya konservatisme.

    Tidak Perlu Menjadi Arab untuk Jadi Muslim yang Baik

    Dr Nayed - sebuah studi sarjana Islam yang telah memberikan kuliah tentang teologi Islam, logika, dan spiritualitas di universitas-universitas di seluruh dunia - juga mengingatkan untuk tidak menerima secara mentah ajaran agama dari para teolog Arab.

    Dia mendorong ulama di Asia Tenggara untuk "tidak hanya menghargai apa yang mereka miliki, tetapi untuk benar-benar mendorong dan menumbuhkan generasi masa depan mereka sendiri".

    "Tidak perlu untuk mengirimkan anak-anak ke beberapa negara Arab. (Mereka) benar-benar mengajarkan  secara sempit ajaran Islam yang jauh dari makna Islam yang sebenarnya, "tambah Dr Nayed.

    Sementara ulama seperti Syaikh Abdallah Bin Bayyah melakukan pekerjaan yang baik di UAE, menurut Dr Nayed, duta besar tersebut menambahkan: "Banyak literature, yang datang dari Arab, telah sangat dipolitisasi dan mereduksi teologi ke sejumlah prinsip-prinsip yan sangat berbahaya. "

    Ketika ditanya apakah budaya lokal menghalangi  kepercayaan terhadap universalitas Islam, Dr Gayed menolak gagasan tersebut.

    Untuk menjadi seorang Muslim yang baik, ia berkata: "Kita harus pertama-tama menjadi Muslim Singapura yang baik atau seorang Muslim Melayu atau Muslim Indonesia yang baik.

    "Hanya kemudian Anda dapat menjadi representasi dari Islam yang universal. Jadi menghargai kekhasan daerah Anda tidak berarti meninggalkan pada universalitas. "

     

    Sumber: http://www.channelnewsasia.com/news/asiapacific/southeast-asian-muslims/2656718.html

Artikel terkait disukai 

POSTING TERBARU

STATISTIK PENGUNJUNG

 Visitor Today : 39
 Total Visitor : 109185
 Hits Today : 85
 Total Hits : 344584
 Visitor Online : 1