• Diskusi Buku “In God We Trust: Merentang Hijab dari Indonesia sampai Amerika”

    TUESDAY, 15/07/2014 ||00:00:00 WIB img

    Interfidei bekerja sama dengan Pimpinan Wilayah Fatayat NU DIY & Pimpinan Cabang Fatayat NU Kota DIY telah menyelenggarakan diskusi buku karya Ranti Aryani dengan judul “In God We Trust: Merentang Hijab dari Indonesia sampai Amerika”. Buku setebal 478 halaman yang diterbitkan oleh Pustaka Matahari ini berisi mengenai lika-liku dan dinamika kehidupan penulis yang cukup inspiratif, khususnya berkenaan dengan kisah perjuangannya menggapai keadilan dan mempertahankan hak-haknya sebagai muslimah sejak di Indonesia sampai Amerika.

    Diskusi buku bertema “Perempuan, Spiritualitas dan Tantangan Peradaban: Catatan Pemula Menghampiri Misi Hidupdilaksanakan pada Senin, 14 Juli 2014,  di Halaman SMP Ali Maksum, Krapyak, Yogyakarta dan dihadiri oleh kurang lebih 200 orang, termasuk para santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Ali Maksum, Krapyak. Sebelum acara dimulai, peserta disuguhi penampilan Hadrah dari para santri.  Diskusi dalam bentuk talk show ini dipandu oleh Choirotun Chisaan dengan menghadirkan tiga orang narasumber, Katrin Bandel, Kuswaedi Syafei dan Alfathri Adlin.

    Dalam paparannya, Alfatri Adlin (pimpinan Redaksi dan Editor Pustaka Matahari) menyatakan bahwa inti dari buku ini adalah pencarian misi hidup yang pasti juga dibicarakan dalam setiap agama. Masalah jilbab, yang ada dalam buku ini, menjadi satu ujian yang harus dihadapi dalam rangka pencarian misi hidup tersebut.  “Semua cobaan hidup, untuk mengukuhkan perjuangan seseorang.  Tanpa godaan dan cobaan bagaimana mungkin seseorang lulus ujian?, ” demikian ditegaskan oleh narasumber lain, Kuswaedi Syafei, sastrawan dan pengasuh Pesantren Maulana Rumi, Bantul. Sedangkan Katrin Bandel sangat mengagumi pengalaman Ranti dan suaminya, Rich Bennett, karena pengalaman hidupnya diceritakan dalam konteks spiritualitas. “Setiap peristiwa direfleksikan dengan serius, didialogkan dengan Tuhan. Pengalaman-pengalaman pahit disyukurinya dan diambil hikmahnya,” pungkas dosen pada Program Magister Ilmu Religi dan Budaya, Universitas Sanata Dharma tersebut.

Artikel terkait disukai 

POSTING TERBARU

STATISTIK PENGUNJUNG

 Visitor Today : 87
 Total Visitor : 117044
 Hits Today : 206
 Total Hits : 373324
 Visitor Online : 1