• Siaran Pers Konferensi Jaringan Antariman Indonesia Regio Sulawesi

    FRIDAY, 05/08/2016 ||00:00:00 WIB img

    Konferensi Jaringan Antariman Indonesia Regio Sulawesi “Agama-Agama dan Kebudayaan di Sulawesi dalam Tantangan Relasi Kuasa Politik-Modal-Agama” Hotel Grand Wisata, Makassar – Sulawesi Selatan 3-5 Agustus 2016


    1. Kami, Jaringan Antariman Indonesia (JAII), selama tiga hari, dari tanggal 3 hingga 5 Agustus 2016, bertempat di Hotel Grand Wisata, Makassar, telah menyelenggarakan Konferensi Jaringan Antariman Indonesia Regio Sulawesi, di bawah tema AgamaAgama dan Kebudayaan Sulawesi dalam Relasi Kuasa Politik-Modal-Agama. Konferensi ini dipersiapkan secara bersama oleh perwakilan JAII yang ada di Sulawesi (dari Gorontalo, Makassar, Minahasa, dan Poso) serta Institut DIAN/Interfidei. Untuk pelaksanaannya, diorganisir secara bersama, khususnya oleh jaringan yang ada di Makassar, yakni Forum Dialog Antarkita (Forlog) Sulawesi Selatan, Jalin Harmoni, LAPAR, dan Oase Intim bekerjasama dengan Institut DIAN/Interfidei.


    2. Konferensi ini dihadiri oleh sekitar 100 aktivis jaringan antariman dari lintas usia, terutama kaum muda, perempuan maupun laki-laki, dengan beragam latar belakang seperti pemuka agama (dari pelbagai agama), pejabat pemerintah, akademisi (dosen dan guru), aktivis LSM, hingga aparat penegak hukum, yang berasal dari sejumlah kota/kabupaten di seluruh propinsi di Sulawesi, serta dari regio lainnya seperti Aceh, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, NTT, hingga Papua.


    3. Dengan semangat kebersamaan dalam keragaman, dalam konferensi ini kami telah mendiskusikan serta merefleksikan beragam masalah dan tantangan yang dihadapi masyarakat-bangsa kami, seperti persoalan maraknya perebutan sumber daya alam, masalah keamanan dan penegakan hukum serta hak asasi manusia (HAM), komersialisasi sebagai tantangan bagi pendidikan dan pendidikan alternatif sebagai peluang, kekerasan berbasis gender dan orientasi seksual, serta persoalan yang dihadapi kaum muda dalam tantangan relasi kuasa politik-modal-agama, yang terjadi di Sulawesi pada khususnya, dan Indonesia pada umumnya. 

    4. Kami menilai bahwa pelbagai persoalan tersebut masih kuat menggejala, dan belum (sepenuhnya) ditanggulangi dan dituntaskan agar Indonesia mampu menjadi bangsa yang sungguh adil dan beradab. Persoalan-persoalan tersebut tentu sangat mendesak dan perlu mendapat prioritas perhatian untuk diatasi, baik oleh pemerintah (lokal maupun pusat), lembaga keagamaan, serta kalangan aktivis sosial, termasuk kami dari jaringan antariman.


    5. Untuk itu, konferensi ini merekomendasikan dan mendesak agar pemerintah, baik lokal maupun pusat, sesuai kewajiban dan tanggung jawabnya, perlu menuntaskan pelbagai permasalahan tersebut secara berkeadilan, dengan mengutamakan kepentingan dan aspirasi masyarakat dan kelompok-kelompok rentan yang menjadi korban, sebagai prioritas agenda. Konferensi juga merekomendasikan agar lembagalembaga keagamaan dan aktivis sosial, termasuk jaringan antariman, perlu aktif mendorong pemerintah dan menjadikan penuntasan pelbagai permasalahan dalam pelbagai isu di atas secara berkeadilan dan berpihak pada korban sebagai agenda utama.

     

    Makassar, 5 Agustus 2016 Semua Peserta Konferensi Jaringan Antariman Indonesia Regio Sulawesi “Agama-Agama dan Kebudayaan di Sulawesi dalam Tantangan Relasi Kuasa Politik Modal-Agama”

    Unduh newsletter konferensi di sini

Artikel terkait disukai 

POSTING TERBARU

STATISTIK PENGUNJUNG

 Visitor Today : 41
 Total Visitor : 72106
 Hits Today : 76
 Total Hits : 224672
 Visitor Online : 1