• Gorontalo: Lokakarya Pendidikan Mengelola Perbedaan dalam Keragaman di Sekolah-Sekolah

    MONDAY, 06/04/2015 ||00:00:00 WIB img

    LOKAKARYA

    PENDIDIKAN MENGELOLA PERBEDAAN DALAM KERAGAMAN DI SEKOLAH-SEKOLAH

    (TAHAP II)

    GORONTALO, 1-3 OKTOBER 2014

     

     

    1. Latar Belakang

    Bulan Maret 2014 yang lalu telah diadakan Seminar dan Lokakarya “Pendidikan Mengelola Perbedaan dalam Keragaman di Sekolah-sekolah (tahap I), yang diikuti oleh 25 peserta (11 guru laki-laki dan 14 guru perempuan), berasal dari sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA, Negeri dan Swasta dari beberapa wilayah di Propinsi Gorontalo.

    Dalam acara selama 3 hari tersebut, selain membicarakan hal-hal umum tentang Pendidikan dan konteks pluralitas (kemajemukan, keragaman) masyarakat Propinsi Gorontalo, yang kaya akan berbagai perbedaan, juga secara khusus para guru belajar pada tahap awal bagaimana memahami perbedaan, antara lain melalui berbagai bentuk interaksi selama proses belajar bersama berlangsung, juga kunjungan ke komunitas agama-agama dan bagaimana menempatkannya di dalam model materi serta metode pembelajaran di sekolah.

    Dari evaluasi kegiatan di akhir acara tersebut, semua peserta antusias untuk melanjutkan kegiatan dengan tahap yang lebih advance agar para guru, tidak saja memahami apa arti pluralitas masyarakat Gorontalo secara kuantitas, tetapi juga kualitas dan apa hubungannya dalam dunia pendidikan agama di sekolah-sekolah. Bagaimana agar mereka mampu untuk menjadi guru yang tidak saja hanya mengajarkan materi pendidikan tetapi bahkan yang terutama adalah menjadi pendidik bagi para anak didik di sekolah-sekolah dan juga di masyarakat, di lingkungan di mana mereka berada, seberapa pun keadaan konteks pluralitas yang ada di masing-masing tempat. Artinya, bagaimana para guru bisa menjadi aktor-aktor perdamaian berbasis perbedaan agama dan etnis di Propinsi Gorontalo, melalui sekolah-sekolah untuk masyarakat.

    Hal ini dianggap penting sekali mengingat perkembangan dinamika perbedaan di masyarakat yang semakin plural (majemuk) tidak dapat dihindari, apalagi tidak dapat disangkal bahwa di mana-mana sedang tumbuh kelompok-kelompok agama yang semakin fundamentalis bahkan radikal, di samping gesekan-gesekan antaretnis pun semakin sensitif. Keadaan ini terjadi, tidak terkecuali di Gorontalo. Karena itu, perlu diantisipasi, dan perlu dicegah sejak dini. Dalam kaitan dengan hal itu, guru-guru Pendidikan agama, Kewarganegaraan dan Bimbingan Konseling yang merupakan salah satu kelompok strategis yang memerlukan penguatan sehingga mampu melakukan hal-hal di atas melalui sekolah-sekolah.

    Dalam rangka itulah, direncanakan untuk mengadakan kegiatan Lokakarya tahap II di Gorontalo.

    Tujuan

    1. Meningkatkan kapasitas guru-guru Pendidikan Agama, Kewarganegaraan dan Bimbingan Konseling di Propinsi Gorontalo agar semakin mampu mengelola perbedaan di sekolah-sekolah dan di masyarakat pada umumnya, antara lain melalui materi dan metode pembelajaran.
    2. Mengajak para guru untuk memetakan bersama potensi damai dan potensi konflik di Propinsi Gorontalo, terutama terkait dengan perbedaan dalam kemajemukan agama dan etnis di masyarakat.
    3. Memperkenalkan kepada para guru, beberapa teori perdamaian dan konflik serta bagaimana mengelola potensi negatif dan positif di masyarakat agar tidak menjadi kekuatan destruktif melainkan konstruktif.
    4. Memperkuat jaringan di antara para guru Pendidikan Agama, Kewarganegaraan dan Bimbingan Konseling di Gorontalo untuk menjadi jaringan guru-guru antariman, baik di tingkat lokal maupun nasional.

     Harapan

    1. Para guru peserta kegiatan semakin mampu menjadi aktor perdamaian di dalam masyarakat di Propinsi Gorontalo.
    2. Para guru peserta kegiatan mampu mendeteksi potensi damai dan potensi konflik yang ada di sekolah-sekolah dan di masyarakat secara umum, dan mampu mengelolanya agar menjadi kekuatan bersama untuk kehidupan damai di Gorontalo.
    3. Jaringan guru-guru Pendidikan Agama, Kewarganegaraan dan Bimbingan Konseling di Propinsi Gorontalo

     Bentuk Kegiatan

     Kegiatan akan berbentuk Lokakarya 2.5 hari.

    Materi:

    1. Harapan perdamaian di tengah perbedaan dalam masyarakat majemuk.
    2. Peta tantangan dan ancaman dunia Pendidikan Agama, Kewarganegaraan dan Bimbingan Konseling sekarang dan ke depan (Ibu Anis Farikhatin).
    3. Propinsi Gorontalo sebagai contoh: sebuah harapan (Kemenag)

    Moderator : Yowan Tamu

    1. Refleksi tentang kegiatan tahap pertama (masing-masing peserta diminta menulis tentang apa yang dialami sebagai guru dalam dinamikan kemajemukan di sekolah atau di masyarakat dan yang sudah dilakukan sejak sesudah tahap pertama sampai memasuki tahap kedua?)
    2. Masing-masing bercerita dalam kelompok.
    3. Membicarakan secara mendalam hal-hal penting yang muncul dalam diskusi kelompok.
    4. Beberapa teori dan penegasan tentang perbedaan, kemajemukan, konflik dan perdamaian yang muncul dari cerita pengalaman.
    5. Pemetaan
    6. Diskusi bersama untuk pendalaman
    7. Melanjutkan belajar membuat materi dan metode pembelajaran di sekolah.
    8. Memperkuat Jaringan dan tindak lanjut
    9. Evaluasi

    Pelaksanaan

    Pelaksana/penanggungjawab

    Pelaksanaan kegiatan ini berada dalam tanggungjawab Institut DIAN/Interfidei, Yogyakarta. Dalam pelaksanaanya bekerjasama dengan jaringan yang ada di Gorontalo serta beberapa orang guru yang terlibat dalam tahap pertama.

    Waktu dan tempat

    Rencana kegiatan ini akan dilaksanakan pada:

    Hari/tanggal  : Rabu – Jumat / 1-3 Oktober 2014

    Tempat        : Hotel Jambura Inn Universitas Negeri Gorontalo 

Artikel terkait disukai 

POSTING TERBARU

STATISTIK PENGUNJUNG

 Visitor Today : 39
 Total Visitor : 109185
 Hits Today : 101
 Total Hits : 344600
 Visitor Online : 1