• Lokakarya Pengembangan Kapasitas Guru-guru Agama Tingkat SMA di Gunung Kidul

    TUESDAY, 17/05/2016 ||00:00:00 WIB img

    Latarbelakang

     

    Bulan Agustus, 2015, telah diadakan Seminar dan Kelompok Diskusi Terfokus (Focus Group Discussion/FGD) bersama dengan Guru-guru Agama serta PKN di Gunung Kidul. Peserta yang hadir saat itu, seluruhnya berjumlah 58 guru. Kegiatan tersebut merupakan yang pertama kali dilaksanakan bersama, antara Kementerian Agama Kabupaten Gunung Kidul dan Institut Dialog Antariman di Indonesia (Institut DIAN/Interfidei), yang melibatkan sekolah-sekolah tingkat SLTA di Kabupaten Gunung Kidul, Swasta dan Negeri, guru perempuan dan laki-laki. Tema kegiatan adalah“Memahami Pendidikan Pluralisme di Tengah Kemajemukan Bangsa".

    Ada dua tahap kegiatan, pertama dimulai dengan Seminar yang menampilkan 3 (tiga) orang narasumber: 1) Noorhalik Ridwan, yang berbicara tentang“Pendidikan Toleransi dan Pluralisme dalam Perspektif Islam dan Konteks di Indonesia (Lembaga-lembaga Pendidikan Islam)”; 2) Drs.H. Nur Abadi, MA. (Kepala Kantor KEMENAG Kabupaten Gn. Kidul), yang berbicara tentang, “Konteks Keberagaman Agama, Sosial, Budaya di Gunung Kidul (Persoalan dan Tantangan)”; 3) Elga Sarapung (Direktur Institut Dialog Antariman di Indonesia/Interfidei), berbicara  tentang, “Memahami Pendidikan Pluralisme di Tengah Kemajemukan Bangsa” (perspektif dan pengalaman dalam agama Kristen Protestan).

    Dari ketiga materi yang dibicarakan dalam Seminar ini, intinya adalah, pertama, ketiga narasumber memberi perhatian besar kepada mutu dan relevansi dari materi ajar, metode dan kreativitas guru dalam proses di kelas; kedua, tentang tingkat pemahaman guru tentang konteks lingkungan-sosial-budaya-agama, di wilayah, di mana ia serta para siswa berada; ketiga, kemampuan daya kritis serta ketrampilan yang dimiliki guru dalam menggunakan media lokal termasuk kearifan lokal di dalam membuat dan menyampaikan materi ajar serta metode yang digunakan.

    Sementara untuk Kelompok Diskusi Terfokus (FGD), peserta mendiskusikan 3 (tiga) hal di dalam kelompok, baik tentang hal-hal yang ideal terkait Pendidikan Agama dalam konteks sosial-budaya-agama di Indonesia, maupun secara khusus terkait dengan Indonesia sebagai Negara yang berdasarkan kepada Pancasila dan UUD 1945, dan tentang pentingnya Jaringan di dalam melaksanakan aktivitas bersama dan memperkuat tali persaudaraan di antara para Guru yang berbeda agama. (bahan lengkap tentang ketiga pertanyaan dan hasil kelompok terlampir)

    Apa yang dibicarakan di dalam Seminar dan FGD tersebut penting untuk ditindaklanjuti, agar peserta memahami secara lebih baik, tepat dan mendapatkan pengalaman berinteraksi dalam perbedaan lebih konkret; prasangka dan stereotype tentang yang perbedaan dapat diminimalisir dan dinamika interaksi dalam perbedaan semakin dapat dirasakan. Dengan demikian, para Guru mendapat pengetahuan lebih banyak juga, baik dari antara mereka satu dengan yang lain, maupun bersama fasilitator dan narasumber.

    Dengan pemikiran seperti itu, maka kegiatan Seminar dan FGD pada tahun 2015 lalu, akan dilanjutkan dalam bentuk Lokakarya selama 2.5 hari, yang melibatkan sebanyak 30 orang peserta.

     

     

    TUJUAN

     

    1. Menambah pengetahuan para Guru Agama tentang perbedaan Agama melalui kunjungan, perjumpaan dan dialog langsung dengan yang berbeda.
    2. Menambah pengalaman para Guru Agama untuk berinteraksi dengan yang berbeda, belajar dari dan bersama yang berbeda, agar mampu memahami dan bersikap menghargai berbagai perbedaan dalam Kemajemukan agama di Gn. Kidul dan di Indonesia umumnya.
    3. Menambah wawasan para Guru Agama tentang Makna Pendidikan Agama di Negara yang brdasaran Pancasila melalui Sekolah-Sekolah.
    4. Menumbuhkan sensitivitas dan sikap kritis-positif para Guru Agama terhadap berbagai persoalan dan tantangan yang dihadapi masyarakat terkait dengan perbedaan di dalam kemajemukan agama di DIY dan di Indonesia umumnya.
    5. Memampukan peran para guru Agama untuk melakukan reorientasi pembelajaran, memilih materi, metode, media dan sumber belajar yang tepat untuk diterapkan di kelas dalam rangka menjawab berbagai pertanyaan yang muncul di masyarakat.
    6. Memperkuat dan memperluas pertemanan serta jaringan di kalangan Guru Agama di Kabupaten Gunung Kidul, DIY.

     

     

    HARAPAN

    1. Para Guru semakin mampu untuk bersikap saling menghormati dan menghargai perbedaan berbagai Agama, baik di Gn. Kidul maupun di DIY dan di Indonesia secara umum.
    2. Para guru agama dapat memahami dengan lebih baik, arti pentingya Pendidikan Pluralisme Agama (menghargai dan memaknai perbedaan agama dalam kehidupan sehari-hari), dalam mempersiapkan generasi yang siap untuk hidup saling menghargai perbedaan di dalam kemajemukan agama di masyarakat.
    3. Persahabatan dan Jaringan di antara para Guru Agama di Kabupaten Gunung Kidul, DIY dapat terbangun dan terpelihara.

     

     

     

    PELAKSANAAN

    1. Pelaksana

    Pelaksana kegiatan ini adalah dalam kerjasama antara Institut DIAN/Interfidei, Yogyakarta dan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunung Kidul, DIY.

    Secara tehnis di lapangan, akan ada 2 orang dari Institut DIAN/Interfidei dan 2 (dua) orang dari Kantor Kemenag Gn. Kidul.

    1. Waktu dan Tempat :

    -       Waktu, Jumat-Minggu, tanggal 27 – 29 Mei 2016

    (check-in tanggal 27 pukul 11.30 siang, check-out tanggal 29, sesudah makan siang)

    -       Tempat, Wisma Camelia, Jalan Kaliurang Km. 21. Yogyakarta

    (sesudah OASIS), sebelum gerbang masuk pusat Wisata Kaliurang

    1. Narasumber, Fasilitator, Moderator

    a)    Narasumber :

    1)    Drs. H. M. Lutfi Hamid, M.Ag (Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Sleman), “Pendidikan Agama Islam yang “Rahmatan lil-al-alamin: Arti dan Maknanya dalam Kehidupan Bermasyarakat di dalam Negara Pancasila”.

    2)    Ibu Tabita kartika Christiani, M.Th., Ph.D (Pengajar pada Fakultas Teologia, UKDW untuk Pendidikan Agama Kristen Protestan, “Pendidikan Agama Kristen yang membawa SHALOM: Arti dan Maknanya dalam Kehidupan Bermasyarakat di dalam Negara Pancasila).

    3)    Bapak Widiyono, MA (Dosen STAB Syailendra, Kopeng, dosen Pendidikan Samanera, Vihara Mendut “Pendidikan Agama Buddha yang membawa Dikarinaya Metta Sutta: Arti dan Maknanya dala Kehidupan Bermasyarakat   di dalam Negara Pancasila)

     

    b)    Moderator : Rm. Suhardiyanto, SJ

     

    c)     Fasilitator : Ibu Anis Fakrihatin (FKGGA) dan Elga Sarapung (Institut DIAN/Interfidei)

     

    1. Peserta

    -       Guru-Guru Agama tingkat SLTA se-Kabupaten Gn. Kidul.

    -       Total Jumlah peserta adalah 30 orang, perempuan dan laki-laki.

    -       Mereka adalah alumni peserta kegiatan Seminar dan FGD pada bulan Agustus 2015 di Gn. Kidul.

    -       Agama Islam 15 orang; Agama Kristen Protestan 6 orang; Agama Kristen Katolik 5 orang; Agama Buddha 2 orang; Agama Hindu 2 orang.

     

    1. Metode

    -       Pendidikan orang dewasa

    -       Kristis –Partisipatif-dialogis

    -       Kelompok dan pleno

    -       Permainan kreatif/reflektif sesuai materi

    -       Kunjungan-perjumpaan-dialog

    -       Doa pada sebelum dan sesudah kegiatan setiap hari

    -       Refleksi dan evaluasi bersama setiap akhir kegiatan

Artikel terkait disukai 

POSTING TERBARU

STATISTIK PENGUNJUNG

 Visitor Today : 39
 Total Visitor : 109185
 Hits Today : 86
 Total Hits : 344585
 Visitor Online : 1