• Penanaman Toleransi di Sekolah Terkendala

    WEDNESDAY, 31/01/2018 ||00:00:00 WIB img

    PENYELENGGARAAN kurikulum pendidikan agama bermuatan toleransi memerlukan formulasi yang lebih kongkret demi menghindari perbedaan pandangan diantara sesama siswa-siswi.

    “Secara umum, para pelajar SMA sudah memiliki kesadaran tentang pentingnya makna toleransi, namun guru agama di tiap-tiap sekolah memiliki standar berbeda, “ kata Koordinator peneliti Interfidel, Otto Yulianto di Yogyakarta baru-baru ini.

    Sekolah yang dijadikan obyek penelitian Interfidel yakni SMA BOPKRI 1, SMA PIRI 1, SMA Pangudi Luhur, SMA Muhammadiyah 1, SMAN 1 dan SMAN 3 Yogyakarta. 

    Menurut Yulianto, bahasan soal toleransi dalam materi agama di setiap sekolah tidak sama antara satu dan lainnya. Ada yang menempatkan muatan toleransi sebagai bahasan utama, ada juga yang hanya menjadikannya sebagai pelengkap.

    Yulianto menilai, materi pendidikan agama, jika tidak diimbangi dengan muatan toleransi, bisa memicu ekslusivitas dalam pendidikan agama di suatu sekolah, sehingga pada gilirannya akan mempertajam perbedaan antaragama.

    Para guru agama menganggap, tugas mereka fokus sebatas pengembangan religusitas siswa, sedangkan pengembangan sikap toleransi adalah tanggungjawab guru mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan.

    Sementara itu, Anggota Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila, Ahmad Syafii Maarif menilai, selain memperdalam pemahaman agama, kurikulum pendidikan agama selayaknya juga menjadi sarana perekat kebinekaan di kalangan siswa.

    Agama, selain perbedaan suku, ras dan antargolongan merupakan isu-isu yang mudah dikapitalisasi oleh kelompok-kelompok tertentu menjelang ajang kontestasi politik pada pilkada serentak yang diikuti 171  daerah, Juni tahun ini.

    Pengalaman pahit Pilkada DKI Jakarta lalu yang sarat dengan politisasi agama nyaris memecah belah sampai ke level keluarga akibat keterpihakan tiap orang terhadap calonnya.

    Semoga hal itu tidak terulang lagi, karena hak setiap warga negara memilih calon pemimpinnya, namun tempat kita bernaung hanya satu, NKRI! (NS)

     

    (sumber: https://itjen.kemdikbud.go.id/public/post/detail/103)

Artikel terkait disukai 

POSTING TERBARU

STATISTIK PENGUNJUNG

 Visitor Today : 39
 Total Visitor : 109185
 Hits Today : 95
 Total Hits : 344594
 Visitor Online : 1