• Interfidei dan Pemuda Lintas Iman Yogyakarta Berbagi Pengalaman Bersama Mahasiswa Myanmar

    FRIDAY, 15/12/2017 ||00:00:00 WIB img

    Dua hari, tepatnya tanggal 11-12 Desember, Interfidei dipercayakan untuk memfasilitasi 16 pemuda dari Myanmar. Saat itu sudah menjelang sore, para pemuda peserta kegiatan telah berkumpul di Kantor Interfidei begitu pula dengan 25 orang pemuda lintas iman Yogyakarta lainnya juga sudah berkumpul dan siap menerima kawan baru mereka.  Mereka terlihat sangat antusias dan bersemangat untuk memulai kegiatan yang telah kami persiapakan.

    Pertemuan tersebut dimulai dengan sesi perkenalan. Masing-masing peserta memperkenalkan diri mereka secara singkat. Mereka menyebut nama dan memilih satu kata yang menggambarkan diri mereka. Kebanyakan peserta kemudian mengidentifikasi dirinya dengan peace dan friendship.

    Setelah berkenalan, peserta dibagi ke dalam 4 kelompok. Dalam kelompok-kelompok kecil tersebut, peserta berdialog sacara aktif. Setiap peserta menyampaikan pengalaman mereka. Kisah-kisah mereka terkait dengan kegiatan yang di lakukan dalam membangun kehidupan yang harmonis di komunitas masing-masing. Khususnya mengenai peran mereka sebagai pemuda. Setiap Pengalaman baru dalam berbagi pengalaman dengan pemuda lain yang berasal dari Negara dan budaya yang berbeda memberikan semangat baru bagi semua. Pengalmaan bersama tertuang dalam bentuk lukisan, puisi juga drama oleh kelompok.

    Setelah berbagi pengalaman di antara pemuda. Hari itu juga peserta sangat antusias mendengarkan materi yang berharga dari Prof. Machasin. Pada sesi ini, Prof. Machasin menyampaikan materi yang menarik mengenai Dynamics of Religious Pluralism in Indonesia. Pada sesi ini, peserta banyak mendengarkan informasi mengenai keberagaman agama dan kepercayaan di Indonesia, serta tantangan apa yang dihadapi saat ini dalam membangun kehidupan yang harmonis.

    Keesokan harinya, para peserta sudah memiliki jadwal yang cukup padat. Ada beberapa tempat yang harus dikunjungi. Pagi-pagi betul para peserta sudah harus bangun untuk dapat melihat matahari terbit di Candi Borobudur. Sangat disayangkan mereka tidak dapat menikmati cahaya matahari pagi dikarenakan hujan bulan desember. Walaupun demikian, para peserta tetap terlihat penuh antusias mendengarkan  sejarah dan kisah yang tergambarkan melalui relief yang ada di dinding candi. Sambil hujan rintik, sambil selfie sedikit-sedikit untuk menyimpan kenangan. Kata seorang di antara mereka “don’t let the rain stop your steps”.  “borubudur berkabut juga indah”. Kalau tidak bisa berbagi kenangan di depan sunrise. Mari membuat kenangan di bawah rintik hujan.^^

    Setelah itu peserta menuju ke Candi Mendut untuk melakukan refleksi dari aktifitas hari sebelumnya. Di Candi Mendut para peserta juga belajar mengenai ajaran Budha yang penuh kasih.

    Kegiatan hari itu masih terus belangsung. Peserta menuju Pesantren Pandanaran. Peserta bertemu dan melihat langsung pengurus, guru dan siswa pesentren. Sesi diskusi juga dilakukan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam bagi peserta mengenai pesantren. Khsusunya pesentren di Indonesia yang dibangun dengan prinsip kebersamaan dan hidup dalam perbedaan dan keberagaman.

    Setelah semua kegiatan dua hari ini usai, peserta siap-siap untuk kembali ke hotel dan bersiap untuk melakukan perjalanan selanjutnya. Tidak ada rasa lelah pada wajah mereka, semua terabaikan dengan pertemuan dengan kawan baru yang berharga. Cinta satukan kita.  (Ade)

     

Artikel terkait disukai 

POSTING TERBARU

STATISTIK PENGUNJUNG

 Visitor Today : 46
 Total Visitor : 106388
 Hits Today : 60
 Total Hits : 336784
 Visitor Online : 3